view counter
Buddhistzone.com - Media Pemersatu dan Portal Buddhist Pertama di Indonesia     Jadilah Donatur Tetap Buddhistzone.com dengan Rp. 10.000,- PERBULAN di transfer ke BCA - KCU Bukit Barisan a/n THIEN SANG a/c 3830777601 INFO LEBIH LANJUT Hubungi 06176287103     Mari Bersatu Memajukan Buddha Dhamma     
BestFM.co.id
view counter

Hubungan Bhikkhu dengan Umat

Bhikkhu Sangha
Bhikkhu Sangha

Buddhistzone.com - Hubungan Antara Bhikkhu dan Umat merupakan hubungan yang bersifat moral-religius dan bersifat timbal balik, sebagaimana telah dijelaskan Sang Buddha dalam Sigalovada Sutta :

“Umat hendaknya menghormati Bhikkhu dengan membantu dan memperlakukan mereka dengan perbuatan, perkataan dan pikiran yang baik, membiarkan pintu terbuka untuk mereka dan memberikan makanan serta keperluan yang sesuai untuk mereka.”

“Bhikkhu mempunyai kewajiban kepada umat yaitu melindungi dan mencegah mereka dari melakukan perbuatan jahat, memberi petunjuk untuk melakukan perbuatan baik, menerangkan ajaran yang belum didengar atau diketahui, menjelaskan apa yang belum dimengerti, dan menunujukkan jalan untuk menuju Pembebasan.”

Bhikkhu tidak mempunyai "kekuasaan" terhadap umat dan tidak memberikan "sanksi" pada umat. Namun, kepada umat yang berbuat tidak pantas atau melakukan penghinaan terhadap Dhamma-Vinaya, maka Bhikkhu akan "berpaling" dari mereka dengan tidak menerima segala persembahannya. Dengan demikian, umat tersebut dianggap tidak pantas mempersembahkan sesuatu kepada Bhikkhu (Sangha), sehingga umat itu kehilangan kesempatan yang baik untuk melakukan perbuatan baik atau jasa.

Sebaliknya, umat pun dapat "berpaling" dari Bhikkhu yang melakukan perbuatan melanggar Dhamma-Vinaya dengan tidak melayani atau memberi persembahan kepadanya.

Ada beberapa hal mengenai kebhikkhuan yang perlu kiranya diketahui oleh umat Buddha. Dalam hubungannya dengan wanita, seorang Bhikkhu tidak boleh dengan nafsu indranya menyentuh seorang wanita (Sanghadisesa ke-2) dan tidak boleh duduk berdua dengan wanita di tempat tertutup (Pacittiya ke-44).

Sang Buddha mengajarkan kepada Yang Ariya Ananda (Maha Parinibbana Sutta) :

"Jangan melihat kepada seorang wanita, Kalau mesti juga, maka janganlah berbicara dengannya, Kalau mesti juga, maka berbicaralah tentang Dhamma dan Sila dan sebutlah Sang Buddha dengan segala kekuatan batinmu."

Selain itu, Bhikkhu tidak boleh menjadi :
1. perantara dalam hubungan perjodohan antara pria dan wanita (Sanghadisesa ke-5).
2.Bhikkhu tidak boleh menumpuk kekayaan emas, perak dan lain-lain. (Nissagiya Pacittiya ke-18).
3. Bhikkhu tidak boleh terlibat dalam perdagangan atau jual-beli (Nissagiya Pacittiya ke-20).
4. Bhikkhu tidak boleh berbohong (Pacittiya ke-1).
5. Bhikkhu tidak boleh mencaci-maki (Pacittiya ke-2).
6. Bhikkhu tidak boleh menfitnah (pacittiya ke-3).
7. Bhikkhu tidak boleh pula menjawab secara menghindar dan menimbulkan kesulitan dengan berdiam diri (Pacittiya ke-12).

Selain itu, ia melatih diri untuk tidak menonton pertunjukan, nyanyian, tarian dan segala sesuatu yang membawanya ke arah kenikmatan indranya. Ia melatih diri untuk tidak mempergunakan tempat tidur atau tempat istirahat yang mewah dan membatasi kebutuhan hidup sesederhana mungkin.

Ada beberapa cara penghormatan tingkah laku yang diperkenankan Sang Buddha dari umat kepada Bhhikkhu :

1. Vandana (berlutut - "menunjukkan penghormatan dengan lima titik" - dahi, kedua lengan bawah, kedua lutut).

2. Utthana (berdiri untuk menyambut).

3. Anjali (merangkap kedua telapak tangan untuk menghormat).

4. Samicikamma (cara-cara lain yang baik dan terpuji untuk menunjukkan kerendahan hati).

Umumnya Bhikkhu akan menerima penghormatan tersebut dengan mengatakan : "Sukhi hotu" - Semoga engkau berbahagia (Sri Lanka) atau "Ayu vanno sukham balam" (Mungthai).

" Pada mereka yang senantiasa menghormat pada orang yang lebih tua akan bertambah empat hal : panjang umur, kecantikan, kebahagiaan, kekuatan"
(Dhammapada 109)

"Tak bergaul dengan orang yang tak bijaksana, Bergaul dengan mereka yang bijaksana. Menghormat mereka yang patut dihormat, Itulah Berkah Utama. "
(Mangala Sutta)

Sumber :
Bikkhu Subalaratano
Dharma K.Widya
Pengantar Vinaya
STAB Nalanda

Yuk Latihan Berdana melalui Tabungan Kebajikan Rp. 10.000,-/ BULAN untuk memajukan Buddha Dhamma, selengkapnya baca di:
http://buddhistzone.com/content/tabungan-kebajikan 

= Kirimkan ARTIKEL dan BERITA kegiatan vihara / Organisasi Buddhist Anda ke e-mail buddhistzone88@yahoo.co.id akan kami muat tanpa biaya apa pun (GRATIS) atau hubungi Jaya Manggala Group di 061 - 76287103 =

Join Facebook Kami: http://www.facebook.com/buddhistzone
Follow Twitter Kami: @JayaManggalaGrp

Your rating: None (3 votes)